JKSN Malaysia Siap Sasar 1,3 Juta Pemilih di Negeri Jiran

JKSN Malaysia Siap Sasar 1,3 Juta Pemilih di Negeri Jiran

Kuala Lumpur | NAWABAKTI – Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) cabang istimewa Malaysia melakukan deklarasi dukungan untuk pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin, di Hotel Adamson, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (21/10/2018).

JKSN yang merupakan gabungan dari sejumlah komunitas dan profesi di Malaysia itu mengukuhkan komitmen untuk ikut serta memenangkan Jokowi untuk periode kedua.

Dalam deklarasi ini, ikut datang sejumlah tokoh. Seperti perwakilan dari Kedubes Indonesia di Malaysia Agung Cahya Sumirat, Kiai Asep Syaifuddin Chalim, Kiai Affifuddin dari Situbondo dan sejumlah kiai dari Jawa Timur.

Ketua JKSN Cabang Istimewa Malaysia, Nur Alamin, mengatakan ratusan WNI di Malaysia peserta yang ikut deklarasi ini adalah mereka yang tergabung dari paguyuban pelajar, mahasiswa, perantau, dan juga banyak profesi yang bergabung ingin memberikan sumbangsih untuk Indonesia.

“Termasuk saat ini dimana negara kita sedang ada pesta demokrasi. Dalam rangka meningkatkan pemilih kami ingin berjuang bersama memenangkan Pak Jokowi,” kata Nur Alamin yang diwawancarai usai acara.

Ia mengatakan memenangkan Jokowi-Ma’ruf bukan hal yang diputuskan mendadak. Namun hasil dari perenungan dan memikirkan keberhasilan Jokowi di periode kedua. Menurutnya kinerja Jokowi sudah terbukti. Termasuk membrikan kemudahan dan fasilitas bagi warga negara yang ada di luar negeri.

Dalam sebulan terakhir mereka berkonsolidasi untuk bisa deklarasi hari ini bersama JKSN. Mereka menargetkan dengan deklarasi maka akan lebih banyak WNI di Malaysia yang bisa memberikan pilihan ke Jokowi-Ma’ruf.

“Kami ini semua bergabung dari Kuala Lumpur, Penang, Johor, Semenanjung. Mulanya kami cari solusi bagaimana supaya bisa ada komunitas relawan. Dan JKSN ini wadah yang tepat,” katanya.

Ada sebanyak 1,3 juta WNI di Malaysia yang ditargetkan akan digarap oleh JKSN Cabang Istimewa ini. Mereka akan melakukan sejumlah upaya untuk melakukan pendekatan dan menyimbangkan suara untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Sekmen yang jadi sasaran kita ada 1,3 orang WNI di Malaysia. Strategi kami, selain di sini banyak paguyuban, juga banyak banom NU dan kebanyakan sudah condong ke Kiai Ma’ruf, maka kami optimis bisa tercapai target kemenangan,” pungkas Nur Alamin.

Ketua JKSN Kiai M Roziqi mengatakan dalam deklarasi ini banyak yang bergabung. Mulai elemen lulusan pesantren, tenaga kerja, maupun kalangan keprofesian. Mereka sama-sama mendeklarasikan diri untuk mau berjuang dalam satu wadah JKSN memenangkan pasangan capres incumbent tersebut.

“Targetnya bisa meraih suara 80 persen warga negara Indonesia yang ada di Malaysia. Karena ini komitmen mari berjuang bersama,” kata Roziqi.

Tidak hanya itu, Roziqi juga sempat menyampaikan bahwa Jokowi selama memimpin banyak memberikan manfaat bagi warga masyarakat dalam negeri maupun WNI yang ada di luar negeri. Sehingga butuh didukung agar bisa melanjutkan pemerintahannya lima tahun lagi.

Begitu juga dengan Kiai Ma’ruf yang merupakan mantan Rais Aam PBNU. Roziqi mengatajan banyak pandangan miring lantaran Kiai Ma’ruf mau dijadikan sebagai cawapres Jokowi. Atas pandangan itu, Roziqi justru ingin meluruskan.

“Banyak yang tanya Kiai Ma’ruf sudah Rais Aam kok masih mau jadi wakil presiden. Bukan hanya ingin diundang atau diminta memberikan nasihat kalau dipanggil saja. Tapi justru beliau ingin biaa memberikan nasihat selalu pada pak presiden jika nanti berhasil menjadi wapres,” ulas Roziqi.

Khofifah Ingin TPS di Malaysia Ditambah

Ketua Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa meminta agar KPU dan juga Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia menambah TPS agar semakin dekat dengan para pemilih di negeri jiran.

Hal itu disampaikan Khofifah usai deklarasi JKSN Malaysia, Minggu (21/10/2018). Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 ini menyebutkan dari rekomendasi WNI di Malaysia yang ia terima, masih banyak WNI yang belum terdaftarkan sebagai pemilih dan banyak yang mengeluhkan TPS yang jauh dari tempat pemukiman.

“Di sini sangat beda dengan di Indonesia. Di Indonesia di kelurahan dan RT ada TPS. Rekomendasi yang disamaikan ke saya mereka ingin agar TPS ditambah. Maka aaya ingin agar KPU dan Kedubes menambah titik titik TPS hingga dekat dengan pemukiman di Malaysia,” kata Khofifah.

Di Malaysia dan juga negara lain tisak ada hari libur saat hari coblosan. Mereka yang para pekerja juga tidak diberi hari libur. Jika TPS hanya ada di KBRI, maka Khofifah khawatir akan banyak pemilih yang tidak menyalurkan hak pilihnya.

“Mungkin ini juga terjadi di negara lain. Kita harus paham komunitas WNI yang belajar dan bermukim dan bekerja itu dimana, tentu kan terdistribusi di banyak daerah. Maka TPS juga harus didistribusikan,” imbuh Khofifah.

Ia ingin TPS didekatkan dengan pemilih. Sebab kemudahan agar pemilih bisa menyalurkan hak pilih itu menjadi hal yang penting. Kalau jauh, mereka pasti memikirkan soal ongkos dan waktu.

“Saya harap nanti ada penambahan TPS,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan setelah deklarasi Malaysia JKSN juga akan menjaring di negara lain. Berikutnya JKSN juga akan deklarasi di Taiwan, Hongkong, Mesir, Maroko, dan Mekkah.

“Yang sudah komunikksikan ke kita, sebenarnya kita akan fokus di 10 provinsi. Sumut, Sumsel, Sulsel, Kalimantan Selatan, dan Jawa. Nah di luar negeri setelah Malaysia, kita juga berencana akan ada delklarasi di Taiwan, Hongkong, bulan depan kita ke Hongkong,” pungkas Khofifah.

Kiai Asep juga minggu depan akan deklarasi dengan JKSn di Mesir dan Maroko. Dan tahun depan rencananya akan deklarasi di Mekkah. Rik

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *