Sekdaprov Berharap Wisata dan UMKM Terconnecting

Sekdaprov Berharap Wisata dan UMKM Terconnecting

 

 

Nawabakti | Surabaya – Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. Ir. Heru Tjahjono berharap agar sektor pariwisata dengan UMKM semakin terintegrasi. Hal ini penting dilakukan untuk mendorong dan memperluas pasar produk UMKM, sehingga mampu bersaing dengan produk luar yang telah masuk pada pasar dalam negeri.

“Integrasi yang baik antara wisata dan UMKM akan membantu pembangunan ekonomi provinsi Jatim sebagai provinsi yang berbasis UMKM,” ungkap Heru sapaan lekat Sekdaprov Jatim saat membuka Gelar Seni Budaya Daerah “Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata” dari Kab. Tulungagung di Taman Budaya Jatim, Jl. Genteng Kali No. 85, Surabaya, Jumat(09/11) malam.

Heru menjelaskan, sektor UMKM mampu menopang ekonomi Jatim, dimana tahun 2017 sektor UMKM menyumbang 55,02% terhadap PDRB. Berdasarkan data BPS pertumbuhan ekonomi Jatim sampai bulan September 2018 (triwulan III) dari PDRB senilai Rp. 2.039 triliun disumbangkan dari sektor koperasi dan dari sektor UMKM sebesar Rp. 1.185,5 triliun. “Lewat gelar seni budaya daerah akan bisa mempromosikan potensi wisata sekaligus memperkuat posisi UMKM daerahnya,” terangnya.

Salah satu usaha penggerak ekonomi, sebut Heru, juga bisa melalui kegiatan seperti atraksi budaya atau kesenian. Atraksi tersebut mampu menghadirkan multyplayer effect pergerakan ekonomi masyarakat. Dan banyak acara-acara di daerah yang dikemas dalam perayaan hari jadi, upacara adat, maupun festival seni digelar pemerintah setempat. Melalui even tersebut, masyarakat mendapat hiburan serta nilai tambah ekonomi.

            “Dari contoh tersebut tidak salah jika para bupati dan walikota menciptakan even seni budaya untuk mempromosikan daerahnya masing-masing sekaligus menjaga harmoni sosial,” urai Heru yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tulungagung ini.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono didampingi istri dan Plt Bupati Beserta Istri membuka Gelar Seni Budaya Daerah 2018 di Tandai dengan Pemukulan genderang bersama – sama.

Terkait tema gelar seni budaya kali ini, Heru menjelaskan bahwa itu menunjukkan Kab. Tulungangung menyadari potensi seni budaya harus dikembangkan sebagai kebanggaan. Apalagi, Kab. Tulungagung memiliki aneka ragam obyek wisata yang menarik baik alam maupun budayanya. Diantaranya Pantai Popoh, Pantai Kedungtumpang, Pantai Klatak, dan Pantai Ngalur.

“Reog Kendang khas Tulungagung dan kesenian jaranan juga memperkaya budaya serta menjadi ikon Kab. Tulungagung,” ujarnya sembari menambahkan potensi kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri antara lain punten pecel, kicak cenil, dan ayam lodho yang menjadi favorit.

Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Maryoto Birowo berharap, lewat  kegiatan Gelar Seni Budaya Daerah “Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata”, Kab. Tulungagung bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat. Apalagi, sektor wisata di Kab. Tulungangung sangat beragam dan mampu memberi konstribusi besar untuk pendapatan daerah.

“Obyek pariwisata sangat memberi kontribusi pada PAD Kami, dan dengan dibukanya jalur lintas selatan (JLS) kita menargetkan ada kenaikan 35 persen di sektor wisata,” terang Maryoto. rik

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *