Tunjangan Tak Kunjung Datang, Pensiunan PT Dok Wadul DPRD

Tunjangan Tak Kunjung Datang, Pensiunan PT Dok Wadul DPRD

SURABAYA, nawabakti –  Puluhan pensiunan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang tergabung dalam paguyuban purna tugas PT DPS Surabaya mengadu ke Komisi E DPRD Jatim, Senin (28/1). Pasalnya, sejak tahun 2015, seluruh dana pensiun para karyawan tersebut belum terbayarkan.

“ Kami mengadu karena selain pensiunan kami , biaya hidup serta BPJS ketenaga kerjaan belum dibayar oleh pihak manajemen sejak tahun 2015,”ungkap coordinator paguyuban purna tugas PT DPS Surabaya, Lukman .
Dikatakan Lukman, tak terbayarkannya dana pensiun karyawan tersebut dikarenakan direksi PT DPS menggunakannya untuk kepentingan lain. “Kami setiap bulannya selama bekerja gaji dipotong untuk pos pensiun, biaya hidup dan BPJS tenaga kerja. Namun, ternyata hak kami tersebut tak dibayarkan ke kami,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut PT DPS, Bambang Soendjaswono mengakui adanya pembayaran tersebut karena kesalahan direksi lama. “Kami ini direksi baru yang ketiban apes saja menanggung kesalahan direksi lama. Kami akan upayakan mengingat direksi lama meninggalkan utang besar yang membuat kami berpikir keras untuk melunasinya,”jelasnya.
Bambang mengungkapkan, untuk kompensasi biaya hidup, dirinya mengupayakan untuk membayarnya pada triwulan ke II bulan ini.” Kami masih mengupayakan untuk membayarnya mengingat asset milik PT DPS sudah dijaminkan ke pihak ketiga oleh direksi lama,” terangnya.

Sedangkan ketua Komisi E DPRD Jatim, Hartoyo mengatakan akan mengawal penuh tuntutan dari para pensiunan PT DPS ini. Sebagai pekerja, mereka seharusnya mendapatkan hak-haknya.

Hartoyo juga cukup  mengapresiasi direksi PT DPS yang langsung merespon dari keluhan para pegawai purna tugas PT DPS. “Tådi dirutnya juga ikut hearing,  berarti bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan permasalahan keluhan purna tugas, ini nanti kita kawal,” terang politisi asal Partai Demokrat ini. bdo

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *