Inilah Pidato Kerakyatan Khofifah-Emil di Tugu Pahlawan

Inilah Pidato Kerakyatan Khofifah-Emil di Tugu Pahlawan

Surabaya, Nawabakti.com – Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Saya dan Mas Emil Dardak menyampaikan terima kasih bahwa masyarakat Jatim telah melakukan proses demokrasi pada Pilgub Jatim Juni yang lalu. Kebetulan rakyat Jatim menurut penghitungan KPU Jatim dimenangkan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak.

Kami berdua adalah warga Jatim yang siap melayani panjenengan semua, kami punya Nawa Bhakti Satya (Sembilan Program yang kita ingin bhaktikan untuk memulyakan masyarakat Jatim).

Kami ingin para petani, para nelayan mulia keluarganya, para guru-guru termasuk saudara – saudaraku teman-teman Gojek mulia hidupnya, mulia keluarganya. Seluruh warga Jatim, kami ingin menyampaikan pada sore hari ini bahwa saya dan Mas Emil siap melayani panjenengan semuanya.

Bagiamana cara kami membuktikan? kami ingin memeras Nawa Bhakti Satya menjadi CETAR, C nya adalah cepat, kalau adalah masalah dengan rakyat maka seluruh ASN yang ada di pemprov Jatim harus cepat memberikan layanan.

Kemudian E-nya adalah efektif, kami ingin penyelenggaraan pemerintahan di Jatim berjalan efektif, efisien, tidak ada pemborosan, tidak ada pemborosan dan tidak ada penyalahgunaan uang negara. Kemudian T-nya adalah tanggap, kami ingin ASN di dalam jajaran Pemprov Jatim tanggap terhadap kebutuhan rakyatya.

T-nya juga adalah transaparan, transparansi adalah menjadi bagian yang kami ingin sampaikan kepada rakyat Jatim. Duit Pemprov berapa, dipakai untuk apa, manfaatnya untuk siapa dan masa depan anak-anak di Jatim dapat harapan seperti apa.

Kemudian R-nya adalah responsif, seluruh jajaran Pemprov Jatim kami semua akan menjadi bagian yang berharap bisa memberikan respon cepat pada berbagai layanan-layanan yang harus kami lakukan untuk percepatan kesejahteraan, kemakmuran kepada masyarakat Jatim.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Gus Ipul dan Mbak Puti, beliau berdua dengan besar hati Mbak Puti ke rumah saya dan dengan besar hati Gus Ipul ke rumah, maka pada saat ini kami ingin menyampaikan program-program yang sudah diruuskan oleh Gus Ipul-Mbak Puti, saya dan Mas Emil sudah ijin untuk kita akomodir didalam program membangun Jatim 5 tahun yang akan datang.

Maka pada hari ini, saya juga ingin mengajak panjenengan, kalau dulu tagline dari Gus Ipul-Mbak Puti adalah Kabeh Sedulur Kabeh Makmur. Sebagai bagian dari penghormatan kita kepada beliau berdua, bolehkan saya mengajakkita semua untuk menyenandungkan,

Kabeh sedulur sak Jawa Timur, kabeh sedulur kabeh makmur, Kabeh sedulur sak Jawa Timur, kabeh sedulur kabeh makmur. Saya hapal, artinya bahwa saya dan Mas Emil setuju bahwa kita semua adalah sedulur bahwa kita semua punya tugas memamkmurkan rakyat Jatim.

Sekarang, saya dan Mas Emil mohon doa panjenengan, mohon support panjenenangan, mohon kerjasama panjenengan. Pada saat Pilgub, kami punya tagline Kerja Bersama Untuk Jatim Sejahtera. Membangun Jatim tidak cukup dengan APBD, membangun Jatim tidak cukup hanya dengan layanan pemprov, ada DPRD, ada Forkopimda.

Hari ini kami juga ingin menyampaikan terima kasih rekayasa lalu lintas di Surabaya, pihak kepolisian, pihak TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara kami ingin menyampaikan terima kasih, seluruh anak-anakku mudah-mudahan yang sekarang SMA/SMA bisaa sekolah setinggi-tingginya, relawan-relawan terima kasih.

Kita membutuhkan kerja bersama karena memang kita tidak bisa membangun Jatim endirian, betul?. Hari kita berada di Tugu Pahlawan, artinya bahwa hari ini saya dan Pak Emil siap berjuang bersama panjenengan. Kata Gus Dur, siapa yang hidup harus siap berjuang. Setiap perjuangan butuh pengorbanan, setiap pengorbanan besar pahalanya.

Kemerdekaan tidak gratis kita dapatkan, kemerdekaan bukan hadiah dari siapa-siapa. Kemerdekaan kita peroleh karena kita berjuang dan berkorban. Maka terima kasih kepada seluruh pahlawan-pahlawan bangsa, kepada seluruh veteran, DHD 45 dan semua yang sudah bersama-sama membangun negeri ini.

Kita yang di Jatim punya tugas melanjutkannya, saya dan Pak Emil siap melayani panjenengan mudah-mudahan seiring dengan perjuangan dan pengorbanan kita semua Jatim cepat makmur, rakyatnya bahagia sejahtera dan Allah menurunkan keberkahan kepada kita semua, amin.

Berikutnya di samping kiri saya adalah bagian dari wakil millenial, Dr Emil Elistianto Dardak, MSc wakil gubernur Jatim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati para kiai dan inu Nyai dan Ibu Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa, tepuk tangan untuk Gubernur perempuan pertama di Jatim.

Saudara-saudaraku semua yang ada disini, suatu kehormatan bagi saya bahwa Jatim memasuki sebuah babak baru bahwa pembangunan tidak selesai sampai disini tapi pembangunan adalah pergerakan tanpa henti, setuju?

Maka tuntutan jaman dan tantangan jaman ini harus dijawab oleh pemilik jaman hari ini. Dan untuk itu Ibu Khofifah adalah figur yang saya yakini dan kita yakini mampu menjadi nahkoda membawa provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta ini menuju ke arah yang kita idam-idamkan.

Namun pergerakan itu tidak akan berhenti, tidak cukup untuk 5 tahun, tidak cukup 10 tahun ini akan menjadi pergerakan 50 tahun atau menjadi pergerakan 1 abad, maka saya berterima kasih Ibu Khofifah menjadi wakil dari generasi muda disini bukan untuk sekedar mewakili tapi pesan dari Ibu Khofifah bahwa beliau adalah pemimpin yang hanya berpikir hari ini tapi berpikir untuk Jatim dan Indonesia untuk 50 sampau 100 tahun kedepan.

Maka mari kita bersama-sama memberikan dukungan kita agar Ibu Khofifah bisa mencapai apa yang dicita-citakan kita bersama. Di depan kita ada patung Proklamator Bung Karno dan Bung Hatta tetapi disampingnya negara kita meraih kemerdekaan dengan beratus bahkan mungkin ribuan makam dimana banyak pahlawan yang gugur demi bangsa dan negara.

Maka tidak akan cukup seorang Khofifah dan Emil kalau tidak dengan dukungan panjenengan semua. Mohon doa restunya, tentunya saya terakhir mewakili seorang bupati yang merasakan betul bagaimana melayani masyarakat miskin sampai ke pelosok-pelosok menghadapi bencana yang membuat jalan putus sampai petani susah untuknya.

Tapi saya masih ingat betul saat saya pergi ke masyarakat miskin dibuka lemarinya ada kartu dari mana, dari Bu Khofifah. Waktu saya pergi ke tempat bencana, tiba-tiba datang anak-anak muda bawa makanan bawa pertolongan saya tanya siapa yang melatih, Bu Khofifah

maka saya yakin dan optimis apabila dengan dukungan panjenengan semua dan doa dari para kiai serta ridho (restu) dari Allah SWT ini akan menjadi sebuah babak baru bagi Jatim, bersama Bu Khofifah semoga kita semua bisa meraih apa yang kita harapkan Jawa Timur yang lebih sejahtera.

Terima kasih atas kepercayaannya Ibu Khofifah
Wallahu Muwafiq Ila Aqwamitthoriq Assalamu’alaikum Waromatullahi Wabarokatuh

Terakhir, saya ingin menyampaikan terima kasih bahwa ada partai pengusung, partai pengusung telah memberikan rekomendasi kepada kami dan setelah kami kemarin dilantik oleh Pak Presiden. Pak Presiden Pak Jokowi pesan, Bu Khofifah, Pak Emil tolong langsung tancap gas. Saya Pak Emil Pak Sekda langsung membahas program kerja lima tahun yang akan datang sampai subuh.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, terima kasih kepada alim ulama, jajaran pesantren para profesional dan kemarin yang sudah menjaga politik di Jatim secara kondusif, maka tahun ini kita terus menjaga Jatim, jatim harus menjadi percontohan bahwa partisipasi politik bisa berjalan dengan baik bahwa masyarakatnya tetap guyup rukun, bahwa persaudaraan dan persatuan tetap kita jaga.

Mudah-mudahan persaudaraan ini bisa menjadi awal yang baik dari proses membangun Jatim ke depan. Tidak ada lagi sebutan partai pengusung, hari ini seluruh partai di Jatim adalah pilar demokrasi. Terima kasih semuanya, Are You Ready ? Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

(Sbd)

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *