Khofifah Bangun Islamic Science Park di Kaki Suramadu

Khofifah Bangun Islamic Science Park di Kaki Suramadu

Siapkan Lahan 40 Hektar

NAWABAKTI.COM – Gubernur Khofifah Indar Parawansa (KIP) akan membawa Jawa Timur sebagai wilayah yang punya tempat edukasi, hiburan dan seni berbasis Islam berkelas dunia. Untuk mewujudkannya, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini akan membangun Islamic Science Park di Kaki Jembatan Suramadu sisi Bangkalan Madura.

“Masak sih Islamic Finance Tower adanya malah di London Inggris, nah saya bermimpi Islamic Finance Tower ada di Jawa Timur. menjadi arena edukasinya ada, art dan entertaimentnya juga ada, sehingga namanya kita buat Islamic Science Park,” ujar Khofifah Indar Parawansa usai rapat bersama dengan pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD Jatim di gedung DPRD Jatim, Jumat (8/3/2019).

“Ini masih baru saya sampaikan, termasuk ke mas Emil (Wagub) dan nanti akan dikoordinasikan dengan OPD,” sahut Khofifah.

Mantan Mensos RI mengakui bahwa konsep dan gambar Islamic Science Park baru saja selesai dan Insya Allah akan di display pada 17 Maret mendatang bersamaan dengan Milenial Fun World yang berangkat dari Surabaya lewat Jembatan Suramadu. “Nanti akan didisplay di pojok (kaki) Suramadu area Bangkalan Madura tentang rencana format Islamic Science Spark. Bahkan tim saya sudah mendaftarakan ke HAKI,” beber Khofifah.

Lahan yang dibutuhkan untuk Islamic Science Park, kata Khofifah sekitar 40 hektar dimana 20 persen diantaranya akan digunakan untuk edukasi berupa museum islam digital, 30 persen untuk Art (seni) dan 50 persen untuk Entertaiment. “Nanti juga ada semacam Islamic center dengan standart internasional dimana ada hahal foof, halal tourism dan hotel syariah,” jelasnya.

Bangunan ini harapannya bukan hanya fisik monumental belaka tapi tujuan utamanya yakni menjadikan Indonesia khususnya Jatim menjadi pasar syariah internasional, yang selama ini pasarnya dikuasai Malaysia, dan London. “Indonesia itu negara muslim terbesar dunia, karena kita punya mandat Jatim ya kenapa tidak kita tarik saja ke Jatim,” dalih Ketum PP Muslimat NU ini.

Diakui Khofifah, Jatim sudah ditunjuk sebagai percontohan ekonomi syariah di Indonesia namun bukan berarti sistem perbankan akan diubah menjadi syariah semuanya termasuk BPD Jatim. “Oh tidak harus cukup dibagi menjadi devisi syariah jadi jangan disemuakan BPD Jatim menjadi syariah tapi dibagi ada yang konvensional dan yang syariah,” imbuhnya. 

Sementara itu, ketua FPAN DPRD Jatim, Agus Maimun mengaku sangat mendukung jika Gubernur Jatim Khofifah mebuat legacy berupa Islamic Science Spark. Alasannya, provinsi Jatim merupakan provinsi terbesar kedua di Indonesia dan mayoritas penduduknya religus.

“Di Jatim juga banyak pondok pesantren dan sekolah yang berbasis keagamaan sehingga sangat cocok jika Jatim memiliki semacam Islamic Science Spark,” kata caleg DPR RI dapil Tuban-Bojonegoro ini. rik

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *