SMK di Jatim Perlu Buka Jurusan Teknologi Pertanian

SMK di Jatim Perlu Buka Jurusan Teknologi Pertanian

NAWABAKTI.COM – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendukung langkah Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang mendorong agar seluruh SMK di Jatim membuka teknologi pangan dan pertanian di seluruh Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto di DPRD Jatim, Minggu (10/3/2019) mengatakan, dengan membuka jurusan tersebut nantinya akan tercipta kualitas pertanian yang dihasilkan dari inovasi di masing-masing SMK tersebut. “Tentunya saya optimis ini bisa terealisasi target lumbung pangan di Jatim,” ujar Agus Dono politisi asal Fraksi Demokrat ini.

Agus Dono politisi asal Dapil Malang Raya ini menjelaskan, setiap negara memiliki persyaratan teknis yang berbeda-beda. Contohnya, di negara-nagara Eropa sejak tahun 2016 mempersyaratkan beberapa hal seperti health certificate (HC), good hygiene dan bebas aflaktosin. Sedangkan di Cina mempersyaratkan registrasi packing house untuk komoditi buah naga dan manggis.

“Setidaknya, Jatim melengkapi persyaratan teknis minimal yaitu penerapan good agriculture practices (GAP), good handling practices (GHP), good manufacturing practices (GMP) dan sanitasi serta higienis pada proses produksi,” terang Agus Dono yang juga ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim.

Sebelumnya, Wagub Jatim Emil Dardak mengatakan Pemprov Jatim akan mendorong agar SMK di Jatim tidak hanya dominan membuka jurusan mesin dan komputer saja, tetapi juga bisa pada teknologi pangan dan pertanian.

Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan wilayah yang menjadi lumbung pangan nasional. Selain itu, Pemprov Jatim akan mengoptimalkan UPT yang memiliki otoritas keamanan pangan.

“UPT tersebut bisa dioptimalkan melalui Bakorwil di setiap wilayah. Tujuannya agar ada pembinaan yang terkait kualitas,” terangnya di Surabaya, Rabu (27/2/2019).

Emil menjelaskan, agar bisa bersaing di pasar global, banyak syarat ekspor yang berat. Oleh sebab itu perlu kerja sama dengan beberapa negara tujuan ekspor untuk meningkatkan kualitas komoditi dengan standar tinggi seperti Amerika dan Australia.

“Tujuannya adalah dengan mengikuti standarisasi mereka, eksportir kita tidak akan bingung apabila ada perubahan. Kalau bisa membuat standar lebih tinggi agar bisa masuk ke semua Negara,” tambah mantan bupati Trenggalek ini. rik

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *