Transparasi Pengadaan Barang, Jatim Segera Punya e-Katalog Lokal

Transparasi Pengadaan Barang, Jatim Segera Punya e-Katalog Lokal

NAWABAKTI – Gubernur JAwa Timur Khofifah Indar Parawansa tadi malam (26/3/2019) melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah (LKPP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk realisasi Elektronik Katalog Lokal. Sebelumnya, baru 5 Provinsi di Indonesia yang memiliki E-Catalog Lokal yakni Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Riau dan Bangka Belitung.

 

Katalog elektronik local merupakan salah satu amanat peraturan peresiden Nomer 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah agar pengadaan Barang/Jasa dapat memenuhi prinsi pengadaan yaitu efisien, Transparan, Terbuka, Bersaing, Adil dan Akuntabel. Digunakannya katalog local di seluruh Pemerintah Proinsi di Indonesia juga merupakan ukuran keberhasilan aksi peningkatan profesionalitas, dan modernisasi pengadaan barang dan Jasa sebagaimana disebut dalam lampiran keputusan bersama antara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri PErencanaan Pembangunan Nasional, MEnteri Dalam Negeri, Menteri Aparatur Negara dan Kepala Staf Presiden tentang aksi pencegahan korupsi di tahun 2019-2020.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini Pemprov Jatim sedang mengumpulkan kebutuhan yang harus disiapkan untuk e-katalog Lokal. Teknisnya ekatalog Lokal ini akan ditangani langsung oleh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPPJ) Jawa Timur.

“Saya tetap minta tolong UKPPJ setelah tanda tangan MoU ini segera koordinasi dengan OPD. Jadi Apa saja kiranya menjadi kebutuhan (barang/jasa) yang diperlukan OPD, speknya dan ada di katalog local. Speknya juga harus clear sehingga tidak ada masalah,” pinta Khofifah, usai MoU di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

 

Menurut Khofifah, ecatalog Lokal ini sangat tepat dengan program CETTAR (Cepat Efisien, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif) yang baru saja dicanangkan untuk mendukung Nawabakti Satya. Khofifah menjelaskan, ecatalog bisa menjadi penguat akuntabilitas dan transparasi dan pelayanan publik yang menjadi perhatian utama pemprov Jatim. “Rasanya kita hari ini ketemu dengan format-format E-Catalog local. Sistemnya sudah ada, nanti tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan di OPD,” terang mantan Menteri Sosial RI ini.

 

Setelah MoU ini, kata Khofifah, Sehingga setidaknya dalam satu bulan ke depan system ini sudah bisa disiapkan dan diakses. “Apapun yang berkaitan dengan transparasi dan akuntabilitas pelayanan public akan kita maksimalkan,” jelasnya.

 

Untuk diketahui, Struktur anggaran pengadaan barang/jasa peerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 untuk belanja langsung non pegawai tediri dari belanja pengadaan barang dan Jasa mencapai Rp 6,69 triliun, Belanja Modal Rp 3,39 Triliun. Sedangkan tahun anggaran 2019 untuk belaja pengadaan barang/jasa mencapai Rp 6,86 Trilun dan BElanja Modal Rp 3,14 Triliun.

Dengan demikian diperlukan transparasi dan akutabilitas agar penggunaan anggaran dapat diperoleh barang/jasa yang tepat kualitas, tepat jumlah, tepat waktu, tepat biaya, tepat lokasi dan tepat penyedia. Serrta terhindar dari terjadinya praktik penyimpangan-penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa. “Dengan e catalog local ini, potensi penghematan dan efisiensi dalam dialihkan seperti perbaikan sarana prasarana lingkungan dan penanggulangan kemiskinan sehingga bermanfaat buat masyarakat luas,” urainya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyingggung rekomendasi agar menaikkan status UKPPJ dari eselon III ke eselon II.  Pihaknya sudah di koordinasikan dengan BPK dan Mendagri. Namun disesuaikan dengan komposisi OPD di Jawa Timur, sehingga beberapa exercise temuan-temuan, rekomendasi itu bisa di follow up. “Saya sempat komunikasi dengan Kemendagri Dirjen otda. Pada posisi hari ini jumlah OPD di Pemprov Jatim sudah pada titik maksimal. Sehingga kita harus melakukan kemungkinan akan ada re-grouping atau merger diantara jumlah OPD yang ada sehingga akan diutamakan menjadi penguatan maksimal,” pungkas Khofifah. rik

 

 

 

 

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *