Hari ke 98, Khofifah-Emil Lauching Lima Pilot Project Jawa Timur

Hari ke 98, Khofifah-Emil Lauching Lima Pilot Project Jawa Timur

Nawabakti – Tepat di hari ke 98 menjabat, Gubernur Khofifah Indar Parawansa- Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak secara resmi meluncurkan lima pilot project program yang menjadi janji kampanye. Lima pilot project yang diluncurkan di Gedung Negara Grahadi, Senin (27/5/2019), antara lain Millenial Job Center (MJC), East Java Super Coridor (EJSC), Jatim Big Data Initative, dan East Java Smart Province Economic Router (EASIER), serta aplikasi pengaduan masyarakat CETTAR.

Sejumlah pendukung lima program itu, yang berasal dari berbagai elemen dunia usaha dan industri, juga dari bidang pendidikan, diundang di acara peluncuran yang cukup berbeda dari seremonial yang seringkali dilakukan di Pemprov Jatim.

Karena yang diluncurkan berkaitan langsung dengan produk dan ekosistem digital, cara peresmiannya pun digelar “se-digital” mungkin. Undangan sempat terkecoh ketika Khofifah menyampaikan sambutan.

Setelah Emil menjelaskan tentang lima pilot project itu, diikuti sejumlah pendukung program-program itu, giliran Khofifah yang meluncurkan semua pilot project itu.

Khofiah naik ke atas podium dan menyampaikan sambutan yang cukup singkat. Dia awali dengan bagaimana dirinya sempat menanyakan tentang koneksitas data atau data center di Dinas Kominfo sebelum pelaksanaan Serah Terima Jabatan.

Dia menutup sambutannya itu dengan mengatakan, “marilah kita menandai peluncuran program-program ini dengan ucapan Basmalah,” katanya. Seluruh undangan sempat mengucapkan kalimat Basmalah.

Tapi ternyata tidak hanya Basmalah, peresmian lima program pilot project ini ditandai dengan pemukulan gong virtual dengan replika senjata gada layaknya milik Bima, salah satu tokoh pewayangan.

Khofifah dan Emil sempat bingung menentukan posisi. Lalu ada yang mengarahkan mereka agar berada di sebelah kanan layar supya lebih mudah memukul gong itu.

Khofifah memukulkan gada itu ke arah layar besar, ada sedikit penundaan sepersekian detik, sampai akhirnya gong virtual itu berbunyi diikuti tampilan layar yang cukup meriah.

Program MJC, sebagaimana dijelaskan Emil, juga empat program lainnya adalah program pilot project yang akan terus disempurnakan dan akan dimasukkan dalam APBD tahun anggaran 2020 mendatang.

Khofifah mengatakan, MJC ini merupakan perwujudan dari janji Khofifah-Emil selama kampanye. “Berdasarkan excercise yang kami lakukan, tidak bisa kami hanya menyiapkan skill-nya tapi juga ekosistemnya,” kata Khofifah.

Maka MJC yang telah diluncurkan hari ini, menjadi program pemberdayaan milenial Jatim. MJC menurut istilah Emil, adalah ajang perjodohan talenta dengan klien (perusahaan perdagangan dan industri).

MJC menjadi program pengembangan skill talenta dengan langsung praktik kerja didampingi oleh mentor-mentor profesional di bidang digital. Para talenta terpilih akan mengikuti masa inkubasi bersama mentor selama tiga bulan untuk kemudian terjun langsung di bidang profesional.

Pada praktiknya, MJC ini akan terkoneksi dengan beberapa program lainnya. Terutama dengan East Java Super Coridor (EJSC), sebuah wadah kreatifitas dilengkapi co-working space yang akan dibangun di Jember, Pamekasan, Bojonegoro, Madiun, dan Malang. sus/rik

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *