Maryoto Resmi Bupati Tulungagung, Khofifah : Hati-Hati Gunakan Anggaran

Maryoto Resmi Bupati Tulungagung, Khofifah : Hati-Hati Gunakan Anggaran

NAWABAKTI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Drs. Maryoto Birowo, MM sebagai Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (13/8). Drs. Maryoto Birowo, MM sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati yang kemudian menjadi Plt. Bupati Tulungagung. Hal ini dikarenakan kepala daerahnya terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan yang juga telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inchracht), dan telah diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri. 

Kepada Bupati Tulungagung yang baru saja dilantik ini, Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengingatkan pentingnya mengelola keuangan daerah dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Dirinya juga mengingatkan para kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. 

“Para kepala daerah agar memaksimalkan belanja APBD diutamakan untuk pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya.

Selain berhati-hati menggunakan anggaran, Khofifah juga meminta Bupati Tulungagung untuk memprioritaskan penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor serta peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan.

“Yang juga tak kalah penting adalah melakukan kerjasama dan sinergitas dengan daerah lain untuk mendukung sinergitas dan efektifitas  penyelenggaraan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik serta menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan DPRD serta forkopimda setempat,” pesannya.

Selanjutnya khofifah berpesan agar di inisiasi pembangunan berbasis kewilayahan  seperti yang sedang berjalan di kabupaten dan kota malang serta kota batu. Pengembangan kerjasama berbasis  kewilayahan  tersebut dikenal Malang Raya. Begitu pula Pawitandirogo yang mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Poronogo . Untuk wilayah Tulungagung dan sekitarnya bisa lebih dimaksimalkan kerjasama dengan Trenggalek, Kediri dan Blitar.

Lebih lanjut Khofifah juga berpesan agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Tulungagung bisa disinkronkan dengan RPJMD Provinsi Jatim. Ia meminta agar proses penyelenggaraan pembangunan di Kab. Tulungagung bisa berjalan selaras dan berseiring dengan provinsi dan juga RPJMN pemerintah pusat.

Apalagi, saat ini sedang proses pembangunan infrastruktur pembangunan ruas jalan nasional di Jalur Lintas Selatan (JLS). Proyek ini nantinya akan menghubungkan wilayah selatan Jatim seperti Tulungagung, Trenggalek dan Blitar  sampai Banyuwangi. Harapan kita keterhubungan tersebut akan mendongkak aktifitas sosial ekonomi di sepanjang jalur lingkar selatan.

“Saat ini ada keinginan untuk mempercepat dari total 225 km proses penyelesaian JLS ini. Dimana Lot 6,7 sedang proses pengerjaan awal  dan lot 8 dan 9 akan segera dimulai.  Kami berharap JLS ini dapat meningkatkan konektivitas dan mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada di Kab. Tulungagung seperti wisata pantai,” pungkasnya. Bdo

Monggo dikirim nang konco konco

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *